Kidung Agung 1 : 1 - 4
Mempelai perempuan dan puteri-puteri Yerusalem.
Mempelai perempuan -> kita semua orang yang percaya dan menerima Yesus.
Mempelai laki-laki / Raja : Yesus
Ayat 1 - 3
-> ketika kita mengingat semua kebaikan dan kasih Tuhan ke kita, ketika kita meminta Tuhan masuk dalam kehidupan kita.
Ay 3 : "harum bau minyakMu, bagaikan minyak yang tercurah namaMu, oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadaMu"
Kemaren salah satu point kothbah Pak Joko, kita sebagai orang Kristen punya label untuk menjadi garam dan terang bagi lingkungan sekitar kita.
Ketika kita benar-benar hidup dalam Kristus, seharusnya orang-orang yang belum mengenal Yesus bisa melihat Kristus dalam kehidupan kita. Karena kita tau action speak louder than words.
_selah_
Ayat 4a : "tariklah aku dibelakangmu, marilah kita cepat-cepat pergi ! Sang Raja telah membawa aku ke dalam mahligai-mahligai Nya"
Kita tau bahwa Tuhan yang memilih kita, bahkan Tuhan mengejar kita dengan menunjukkan kebaikkanNya.
Dalam terjemahan bahasa Inggris TPT Version )
-> "Draw me into Your heart and lead me out, we will run away together into Your cloud filled chamber"
Waktu saya baca ini, saya diingatkan kalau saya yang mengambil keputusan untuk kembali ke Tuhan, untuk ikut Tuhan, dan untuk selalu meminta Tuhan menuntun saya.
Hari ini saya diingatkan apa dalam perjalanan hidup saya, apa saya sudah benar-benar hidup dalam Tuhan ?
However, ketika saya merespon Tuhan untuk masuk dalam kehidupan gw, Tuhan lebih menginginkan saya ( n i believe all of you too ) untuk lebih mengenal dan mempunyai deeper intimacy dengan Tuhan.
Seperti yang tertulis, Sang Raja telah membawa aku ke dalam mahligai-mahligai Nya.
Mahligai - bedroom.
My conclusion :
Tuhan yang "mengejar" kita dengan menunjukkan kasih Nya kepada kita, ketika Tuhan ada dalam hidup kita, orang disekitar kita, seharusnya orang di sekitar kita yang belum mengenal Tuhan, bisa melihat ada perbedaan yang baik dalam hidup kita.
Tapi terlebih dari itu, ketika kita merespon Tuhan untuk masuk dalam hidup kita.
Tuhan malah mau kita untuk lebih intim dengan kita.
No comments:
Post a Comment