Wednesday, February 10, 2016

Kidung Agung 1 : 5 - 7

Beberapa hal yang menghalangi kita untuk datang ke Tuhan dan lebih intim dengan Tuhan

Kidung Agung 1 : 5 "Memang hitam aku, tetapi cantik, hai puteri-puteri Yerusalem, seperti kemah orang-orang Kedar, seperti tirai-tirai orang Salma"

- > Memang hitam aku,
kita sadar kelemahan kita atau bahkan kita sadar dengan dosa kita.
Manusia pertama, Adam setelah melanggar Tuhan dengan memakan buah pengetahuan, dia bersembunyi dari Tuhan, bukan karena dia sadar karena dia telanjang, tapi dia tau bahwa dia berbuat salah. 

-> Seperti kemah orang-orang Kedar, seperti tirai-tirai orang Salma

Ini kemah orang Kedar. Kemah yang berada di padang gurun.
Ada saat dimana kita merasa hubungan kita dengan Tuhan merasa kering. Kita merasa doa kita ga dijawab atau Tuhan menjawab doa kita dengan bilang Tidak. Kita seperti melakukan banyak hal tapi ga melihat hasilnya. 

Kidung Agung 1 : 6 "Janganlah kamu perhatikan bahwa aku hitam, karena terik matahari membakar aku. Putera-putera ibuku marah kepadaku, aku dijadikan mereka penjaga kebun-kebun anggur, kebun anggurku sendiri tak ku jaga"

-> Janganlah kamu perhatikan bahwa aku hitam.
Banyak orang yang mengingatkan kita akan kesalahan kita di masa lalu, atau banyak orang yang hanya melihat kekurangan kita. 

-> Karena terik matahari membakar aku.
Putera-putera ibuku marah kepadaku, aku dijadikan mereka penjaga kebun anggur, kebun anggurku sendiri tak kujaga.
We feel BURN OUT !! 
Kita sering kali karena kesibukan, terlalu banyak kegiatan yang kita lakukan, malah lupa untuk benar-benar datang kepada Tuhan. Kita jadikan doa dan baca firman itu hanya sebagai rutinitas.
Dari bulan November sampai menjelang imlek kemaren, saya sibuk, dan karena saya juga masih menyempatkan diri untuk bersosialisasi, saya sering kali harus lembur untuk menyelesaikan pekerjaan saya. Yes, saya masih berdoa, masih baca firman, tapi saya merasa waktu yang saya berikan untuk bersosialisasi dengan Tuhan itu kurang. Ini juga alasan saya untuk merenungkan kembali kitab Kidung Agung, I want to feel pursued by God. 

Itu adalah contoh hal yang menghalangi kita datang dan mempunyai hubungan yang lebih dekat dengan kita. 
Kalau kita pada saat ini merasa seperti itu, mari kita datang ke Tuhan. Seperti yang dilakukan oleh mempelai wanita dalam kitab Kidung Agung ini.

Kidung Agung 1 : 7 "Ceritakanlah kepadaku, jantung hatiku, dimana kakanda menggembalakan domba, dimana kakanda membiarkan domba-domba berbaring pada petang hari. Karena mengapa aku akan jadi serupa pengembara, dekat kawanan-kawan domba teman-temanmu"

Ketika kita merasa lelah dengan kehidupan kita, ketika kita hilang arah tentang tujuan hidup kita. Kita tau bahwa kita bisa selalu kembali ke Tuhan, meminta tuntunannya. 
Mazmur 23 : 1, mengingatkan kita bahwa Tuhan adalah gembala yang baik, dan Dia saja yang bisa mencukupi kebutuhan kita, bukan hanya kebutuhan jasmani kita tapi juga kebutuhan rohani kita.

Tuhan Memberkati.


Tuesday, February 9, 2016

Kidung Agung 1 : 1 - 4

Kidung Agung 1 : 1 - 4 
Mempelai perempuan dan puteri-puteri Yerusalem.

Mempelai perempuan -> kita semua orang yang percaya dan menerima Yesus.

Mempelai laki-laki / Raja : Yesus

Ayat 1 - 3 
-> ketika kita mengingat semua kebaikan dan kasih Tuhan ke kita, ketika kita meminta Tuhan masuk dalam kehidupan kita. 

Ay 3 : "harum bau minyakMu, bagaikan minyak yang tercurah namaMu, oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadaMu"
 
Kemaren salah satu point kothbah Pak Joko, kita sebagai orang Kristen punya label untuk menjadi garam dan terang bagi lingkungan sekitar kita. 

Ketika kita benar-benar hidup dalam Kristus, seharusnya orang-orang yang belum mengenal Yesus bisa melihat Kristus dalam kehidupan kita. Karena kita tau action speak louder than words.
_selah_

Ayat 4a : "tariklah aku dibelakangmu, marilah kita cepat-cepat pergi ! Sang Raja telah membawa aku ke dalam mahligai-mahligai Nya" 

Kita tau bahwa Tuhan yang memilih kita,  bahkan Tuhan mengejar kita dengan menunjukkan kebaikkanNya.
Dalam terjemahan bahasa Inggris TPT Version )
->  "Draw me into Your heart and lead me out, we will run away together into Your cloud filled chamber"
Waktu saya baca ini, saya diingatkan kalau saya yang mengambil keputusan untuk kembali ke Tuhan, untuk ikut Tuhan, dan untuk selalu meminta Tuhan menuntun saya. 
Hari ini saya diingatkan apa dalam perjalanan hidup saya, apa saya sudah benar-benar hidup dalam Tuhan ?

However, ketika saya merespon Tuhan untuk masuk dalam kehidupan gw, Tuhan lebih menginginkan saya ( n i believe all of you too ) untuk lebih mengenal dan mempunyai deeper intimacy dengan Tuhan.
Seperti yang tertulis, Sang Raja telah membawa aku ke dalam mahligai-mahligai Nya. 
Mahligai - bedroom. 

My conclusion :
Tuhan yang "mengejar" kita dengan menunjukkan kasih Nya kepada kita, ketika Tuhan ada dalam hidup kita, orang disekitar kita, seharusnya orang di sekitar kita yang belum mengenal Tuhan, bisa melihat ada perbedaan yang baik dalam hidup kita. 
Tapi terlebih dari itu, ketika kita merespon Tuhan untuk masuk dalam hidup kita. 
Tuhan malah mau kita untuk lebih intim dengan kita.