Friday, July 10, 2015

Kesabaran Dan Penguasaan Diri

Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya. (Amsal 25:28 TB)

Tujuan utama dibuatnya tembok raksasa di Cina adalah untuk pertahanan bangsa Cina atas serangan dari bangsa Mongolia.
Begitu besarnya ukuran tembok raksasa di Cina sehingga untuk membangunnya membutuhkan waktu yang sangat lama, tembok ini dibangun setelah melalui empat masa dinasti, yaitu sebelum masa dinasti Qin, dinasti Qin, dinasti Han, dan dinasti Ming. 

Kesabaran dan pengendalian diri adalah buah roh yang seharusnya sudah dimiliki pengikut Yesus. Walaupun demikian seringkali kita kehilangan kesabaran dan juga tidak dapat mengendalikan diri. 

Definisi kesabaran adalah ketenangan hati dalam menghadapi pencobaan.

Definisi Penguasaan (diri) adalah mampu mengendalikan (diri) atau menahan (diri).

Putusnya suatu hubungan seringkali karena kita tidak sabar dan tidak dapat mengendalikan diri. 

Ketika kita marah, kita suka ga sadar dengan apa yang kita ucapkan, kita ga sadar kalo kita menyakiti perasaan orang lain dengan perkataan kita, bahkan kadang kita ga sadar kalo kita mengutuk orang lain.

Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar. Lidah pun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.

Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi. Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama? (Yakobus 3:5-6, 9-11 TB)

Hari ini kita mau belajar untuk bersabar dan mengendalikan diri melalui ucapan kita. 
Ketika kita ada orang yang menyakiti hati kita, kita tidak perlu membalas perbuatannya, kita juga tidak perlu membicarakan hal-hal yang tidak kita suka dari orang tersebut, kita tidak perlu mencari pembenaran.
Ada pepatah "the truth is like a lion, you don't have to defend it, let it loose, it will defend itself". 

Apa yang seharusnya kita lakukan ketika kita merasa sakit hati ?

1. Curhat ke Tuhan
Orang bebal tidak suka kepada pengertian, hanya suka membeberkan isi hatinya.
Nama Tuhan adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat. (Amsal 18:2, 10 TB)
Kita tidak perlu curhat ke kanan kiri dan mencari pembenaran, tapi kita harus mencari Tuhan, curhat ke Tuhan. 

2. Mengampuni
Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya. (Lukas 23:34 TB)
Ketika Yesus mau disalibkan, Dia tidak menggunakan kekuasaanNya untuk membalas perbuatan para tentara, tidak mengutuk mereka yang telah mengejek Dia.

3. Memberkati 
Ingat kisah Yusuf ketika di jual oleh saudara-saudaranya ? Dan apa yang dilakukan oleh Yusuf ketika bertemu kembali dengan saudaranya ? Apa ia menghukum mereka ? Tidak. Sebaliknya ia malah memberkati mereka. 

Seperti rakyat Cina pada masa itu yang memerlukan waktu untuk membangun tembok raksasa, kita juga terus di proses untuk bisa sabar dan mengendalikan diri. 
Ketika ada yang menyakiti hati kita, mari kita belajar untuk menyerahkan ke Tuhan, mari kita sebagai pengikut Yesus, mengikuti teladan Yesus untuk mengampuni, mari kita membalas orang menyakiti hati kita dengan memberkati mereka. YT

No comments:

Post a Comment